Ticker

6/recent/ticker-posts

Boneka Cantik yang Bikin Nafsu

ceritasexnagaqq seorang pembantu tua menepuk pundak seorang gadis yang sedang termenung. Gadis itu menolehkan kepalanya kearah Mbok Narti, bibirnya cemberut kemudian Jessica menolehkan kepalanya kearah lain, tampaknya gadis mungil bernama Jessica Andres sedang bad mood hari ini.

Mbok Narti menghela nafas panjang, ia duduk disebelah Jessica. “Non Jessica marah ?” pembantu tua itu tampak sangat pengertian. NAGAQQ


“kalau mau menggambar dibuku gambar ya., jangan ditembok, nanti biar Si mbok yang mengambilkan..” Mbok Narti membujuk gadis itu, Jessica Andres mengangguk kecil.

Gadis itu menundukkan wajahnya, wajahnya tampak imut, bertubuh putih bersih, cantik dan ekspresi wajahnya tampak polos. Diantara kelebihan-kelebihan fisik yang dimilikinya, tingkah lakunya masih seperti anak kecil yang tanpa dosa, padahal usianya sudah menginjak 16 tahun.

Semua ini karena beberapa tahun yang lalu sebuah kecelakaan mobil telah merengut nyawa ibu kandung gadis itu, sedangkan sebuah benturan keras dikepalanya membuat keadaan Jessica menjadi seperti hari ini, polos, tanpa dosa, dengan kelakuan yang masih kekanak-kanakan. Agen Bandarq


“Non…liat siMbok buatin apa nihhh…”Mbok Narti memanggil-manggilnya.


Jessica menoleh kebelakang. Bibirnya tersenyum, ia melompat dari tempat duduknya.


“Susu… hehehe…, Sini Mbokkkk…buat Jessica…” gadis itu langsung mengulurkan tangannya, ia tersenyum sambil meneguk segelas susu indomilk hangat.


Jessica memeluk Mbok Narti “Makasih mbokk…” tangan gadis itu meraih buku gambar ditangan Mbok Narti kemudian duduk diatas kursi, tangannya yang mungil mencorat-coret kesana kemari.

Mbok narti menepuk-nepuk punggung Jessica, wanita berumur 40 tahunan itu tampak sangat menyayangi Jessica yang sudah diasuhnya dari kecil.

“Mbok..liat, mama tiri jahat dehh…, lihatttt….” Jessica mengulurkan lengannya, ada bekas cubitan yang memerah dilengannya. Mbok Narti memandangi dan membelai-belai rambut Jessica,

Duhhh… Nonn kalau saja Nyonya masih hidup..” Mbok Narti membatin dalam hati, tadi pagi Jessica memang dimarahi dan dicubit oleh ibu tirinya karena menggambar sebuah kapal terbang raksasa ditembok rumah.

Pintu rumah itu terbuka lebar seorang perempuan muda dengan tampangnya yang angkuh dan congkak melangkah masuk kedalam rumah, Jessica tampak ketakutan ia bersembunyi dibalik punggung mbok Narti.

“Mbok Narti, makanan saya sudah siap ?” wanita itu bertanya dengan dingin

“Sudahh nyonya…”Mbok Narti menjawab sambil memandangi punggung wanita itu yang melangkah menuju ruang makan.

“Non juga makan ya..”Mbok Narti menuntun Jessica kearah ruang lain, ia sudah menyiapkan sepiring nasi lengkap dengan lauk pauknya.

Jessica menengok kekiri dan kekanan, Mbok Narti lagi kepasar, ibu tiri lagi sibuk telepon dengan ayahnya yang sedang sibuk mencari nafkah dikota metropolitan, perlahan-lahan tangannya membuka pintu depan, dengan berjingkat-jingkat Jessica menyelinap, dirinya bosan berada dirumah itu, nggak betah, sebel.

Perlahan-lahan Jessica mendekati pos Satpam, Mang Kardi laki-laki berusia lanjut yang sering memberikan permen untuknya, selalu mengajaknya bercanda dan tampak ramah beda banget deh sama ibu tirinya yang galak.


“Mangg Kardi…” Jessica memanggi nama laki-laki itu.


“Ehhh.. Non Jessica….” Mang Kardi tersenyum ramah


“Mangg, kan udah dibilangin, nama saya Jessica aja ngak pake Non..” gadis itu merengut .


Ia lalu masuk kedalam pos jaga dan duduk diatas kursi


“Ehh.. kedudukan…apa ini? , Huuhhhh ?” Jessica melotot melihat gambar dibuku itu.


“Ini…, Hahhh…, Mang, lagi ngapain sih orang-orang ini, koq mereka tumpang tindih begini yahh ?” Jessica menatap Mang Kardi dengan tatapan matanya yang polos.


Entah kenapa kali ini Tatapan mang Kardi sedikit lain, ia melirik kekiri dan kekanan, tampaknya siang itu agak sepi.


Non, Eh Jessica…, mau bantuin mang Kardi ngak ?”mang Kardi menelan ludahnya, matanya merayapi lekuk-liku tubuh Jessica yang seksi dan mulus.

“Bantuin apa mang ?” Jessica bertanya tidak mengerti

“Tapi Jessica janji dulu, jangan bilang siapa-siapa…” Mang Kardi berbisik ditelinga Jessica, gadis itu memandangi Bang Kardi kemudian mengangguk dengan polos, mang Kardi menyuruh agar Jessica diam tidak bergerak. Bandarq Online

Mang Kardi semakin merapatkan tubuhnya ke tubuh Jessica, tangannya bergetar ketika membelai-belai rambut gadis itu, bukan karena sayang melainkan karena hawa nafsu yang meledak-ledak.

Wajah gadis itu tampak imut, tubuhnya wangi dan harum, kulitnya putih bersih, bibirnya yang  mungil tersenyum manis, kedua matanya dengan polos menatap Mang Kardi.

Tangan mang kardi merayap turun, mengelus-ngelus paha gadis itu, mata Jessica menatap kebawah memperhatikan tangan Mang Kardi yang berkeliaran dipermukaan pahanya, sebentar kemudian Jessica menolehkan kepalanya kearah Mang Kardi, kedua kakinya perlahan-lahan terbuka semakin melebar, punggungnya bersandar kebelakang kedinding yang terbuat dari kayu yang sudah agak lapuk. Wajah gadis itu merona merah, nafasnya memburu tidak teratur, kedua tangan Mang Kardi membelit pinggang gadis itu bagaikan tentakel gurita yang sedang memangsa korbannya.

Ciuman-ciuman si tua bangka mulai mendarat dipipi Jessica Andres. Jessica tampak kebingungan ketika perlahan-lahan kehangatan tubuhnya mulai disantap oleh Mang Kardi, mulut si tua bangka itu mengecupi telinganya dan sesekali jilatan-jilatan lidahnya mendarat dan mengulas-ngulas permukaan lehernya yang jenjang.

Bibir mang Kardi tiba-tiba menyergap bibir Jessica, Mang Kardi tampak bersemangat mengulum bibir mungil gadis itu. “Hmmm.. Hmmmm…” Mata Jessica mendelik ketika merasakan bibirnya dilumat oleh Mang Kardi, duh apaan sih, sesak nafas, uhhhhhh…., tangan gadis itu mendorong dada Mang Kardi agar ciuman laki-laki tua itu terlepas dari bibirnya yang mungil.

“He he he..” mang kardi tertawa terkekeh-kekeh, kali ini tangannya merayap lebih berani lagi kebalik baju kaos Jessica, bagaikan seekor ular tangan Bang Kardi merayap dari bawah perut gadis itu terus naik ke atas dan menyusup kebalik Bh Jessica dan meremas-remas dengan lembut gundukan mungil didada gadis itu.

“Enak…” Jessica dengan polos mengungkapkan perasaannya, Mang Kardi tambah bernafsu ia menarik baju kaos Jessica keatas sampai sebatas dada dan menarik cup bra yang dikenakan olehnya.

Mata Mang Kardi sampai juling menatap keindahan buah dada Jessica yang baru kemarin menginjak usia 16 tahun, telapak tangannya yang kasar merayapi permukaan buah dada Jessica yang lembut dan halus.

Tangan Mang Kardi menggenggam induk buah dada Jessica kemudian meremas-remasnya dalam gerakan-gerakan yang teratur sehingga nafas gadis itu tambah terengah-engah. Tiba-tiba Jessica mendorong tubuh mang Kardi, gadis itu berlari kecil keluar dari dalam pos Satpam tanpa terlebih dulu merapikan pakaiannya. Slot Gacor


Posting Komentar

0 Komentar